Penyakit Menular Seksual dan Sirkumsisi

By KainSutera.com Categories: Penyakit Menular Seksual
Penyakit Menular Seksual dan SirkumsisiBeberapa penelitian telah menunjukkan bahwa laki-laki yang tidak disirkumsisi ternyata memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena PMS termasuk chancroid, chiamydia, gonore, dan lebih rendah risikonya terkena herpes genital. Hubungan antara PMS dan sirkumsisi telah diteliti pada tahun 1350 oleh Public Health Departement Special Treatment Clinic di Perth, Australia. Fakta mengenai sirkumsisi diperoleh melalui penelitian, Iebih dari 98% laki-laki yang diteliti memberikan hasil verbal dan konsisten dengan hasil yang ditemukan. Delapan ratus empat puluh delapan laki-laki mengidap PMS, 471 laki-laki yang datang ke klinik untuk di diagnosis dan pengobatan tetapi tidak ditemukan PMS, sisanya masih dikelompokkan ke dalam kelompok kontrol.

Hasil dari penelitian memberikan gambaran yang bermakna hubungan antara orang-orang yang tidak disirkumsisi dengan 4 PMS mayor, yaitu herpes genitalis, kandidiasis, gonore dan sifilis. Bagaimanapun data untuk sifilis seharusnya dipaparkan dengan hati-hati karena merupakan kasus yang jarang. Tidak ada peningkatan yang berarti pada diagnosis PMS di klinik. Sedangkan pada negara-negara Islamik yang melakukan sirkumsisi sebagai keharusan, insidens terjadinya infeksi HIV tipe 1 (HIV-.1) lebih rendah dibandingkan negara-negara non Islamik.

Sirkumsisi pada laki-laki secara konsisten menggambarkan efek perlindungan terhadap infeksi HIV. Lebih besar kemungkinan terinfeksi HIV pada pasangan seksual yang tidak disirkumsisi daripada yang disirkumsisi. Penelitian yang dilakukan di Kigali, Rwanda, sebanyak 837 laki-laki yang menikah dilakukan tes HIV yang hasilnya menunjukkan bahwa laki-laki yang tidak di sirkumsisi prevalensinya lebih tinggi terhadap infeksi HIV dibandingkan dengan yang disirkumsisi dan secara statistik ini bermakna.

Penyakit Menular Seksual dan Sirkumsisi | KainSutera.com | 4.5