Loading...

Kurikulum Pendidikan Seks

By KainSutera.com Categories: Pendidikan
Kurikulum Pendidikan SeksDunia pendidikan buat para anak-anak dan remaja adalah hal yang sangat penting buat menambah wawasan keilmuan mereka karena tanpa pendidikan anak-anak dan remaja khususnya Indonesia  akan sangat ketinggalan dengan anak-anak yang ada diluar negeri apalagi para remaja yang ada diluar negeri  di bantu dengan kecanggihan teknologi yang ada d izaman ini. Yang paling terpenting buat anak-anak dan remaja Indonesia adalah pengetahuan tentang masalah seks tapi sayangnya pedidikan seks belum terdaftar dalam kurikulum pembelajaran yang ada disekolah-sekolah di Indonesia pengetahuan tentang penyakit menular seperti HIV/AIDS belum bisa sampai ketelinga para remaja penuntut ilmu khusunya buat anak-anak.

Penyakit HIV/AIDS meski belum bisa disembuhkan namun bisa dicegah. Sayangnya pengetahuan masyarakat akan penyakit ini masih rendah sehingga masih banyak yang percaya pada berbagai mitos yang salah.

Dalam hasil riset Sexual Wellbeing Global Survei yang dilansir Durex di Jakarta terungkap 82 persen orang Indonesia membutuhkan informasi yang benar mengenai penyakit HIV/AIDS. Survei dilakukan secara global dengan melibatkan 1.015 orang di Indonesia.

Pengetahuan akan reproduksi dan pendidikan seks yang sehat menurut dr.Boyke Dian Nugraha, Sp.OG, seharusnya dimasukkan dalam kurikulum sekolah “Mungkin bisa dimulai dengan ekstra kurikuler pendidikan seks dulu, baru perlahan masuk jadi kurikulum resmi,” ungkapnya dalam jumpa pers di Jakarta.

Ia menjelaskan pendidikan seks yang wajib dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan adalah pengetahuan seputar sistem reproduksi, bahaya seks bebas, serta resiko penularan penyakit-penyakit kelamin termasuk herpes, maupun informasi mengenai HIV/AIDS.

“Tidak perlu takut memasukkan pendidikan seks ke dalam kurikulum, karena belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa pendidikan seks menyebabkan angka seks bebas meningkat. Justru penelitian di Kyoto, menyatakan sebaliknya karena generasi muda lebih mengetahui resiko-resikonya, bukannya malah merangsang,” jelasnya.

Selain dari pemerintah, dia juga menyarankan agar para orang tua tidak menganggap tabu pembicaraan seks dengan anak. “Sejak usia 10 tahun, atau menjelang anak memasuki masa menstruasi dan mimpi basah, anak sudah harus diberi informasi yang memadai mengenai pendidikan seks,” katanya

Selain orang tua dan pemerintah, informasi seputar pendidikan seks dan HIV/AIDS juga diharapkan datang dari media massa, terutama televisi karena banyak masyarakat di pedalaman sulit mengakses informasi dari media cetak atau internet.

“Kita bisa mencoba memasukkan informasi tentang pendidikan seks dan HIV/AIDS ini ke dalam sinetron, film, atau musik misalnya, yang lebih mudah dicerna. Jangan cuma ribut memberitakan soal demo-demo hari anti AIDS sedunia, lalu selesai sampai disitu,” tutupnya.

Kurikulum Pendidikan Seks | KainSutera.com | 4.5