Di Balik Terjadinya Gerhana Matahari Total

By Annas Jakabaring Categories: Pendidikan

Di Balik Terjadinya Gerhana Matahari TotalKAINSUTERA.COM – Sudah tersebar luas tetang datangnya gerhana matahari total yang tinggal 2 hari lagi tepatnya tanggal 9 maret 2016. Mungkin ini kesempatan bagi kita yang ada di negara Indonesia untuk menyaksikan gerhana matahari total yang karena gerhana ini akan terjadi lagi di Indonesia sekitar 320 sampai 360 tahun mendatang.

Pertanyaan dalam artikel kali ini, mengapa gerhana matahari bisa terjadi? Gerhana merupakan peristiwa terhalangnya bagian permukaan bumi dalam menerima sinar dari matahari maupun bulan. Jika bagian permukaan bumi terhalang dalam menerima cahaya matahari maka hal itu disebut gerhana matahari (solar eclipse).

Pelajaran seputar tata surya mungkin kita semua sudah mendapatkan saat masih duduk di bangku SMP. Namun pada kesempata ini kita akan mengulang kembali pelajaran itu karena dua hari lagi kita akan dihadapakan dengan gerhana matahari total.

Bagaimana sebetulnya proses terjadinya gerhana matahari total. Terjadinya gerhana matahari sangat berhubungan dengan posisi bulan sebagai satelit bumi, dan revolusi bumi dan bulan terhadap matahari. Mari kita ikuti kupasan berikut ini.

Bulan itu satelit bumi

Satelit adalah pengiring dari planet. Masing-masing planet memiliki pengiringnya sendiri. Planet bumi memiliki bulan sebagai satelit. Bulan melakukan 3 gerakan sekaligus; gerak rotasi pada sumbunya, gerak revolusi terhadap bumi, dan sekaligus melakukan gerak revolusi terhadap matahari.

Apa yang menarik dari satelit bulan? Bulan memiliki permukaan yang menghadap ke bumi sehingga terlihat tampak tetap. Wajah bulan yang dilihat dari bumi tidak pernah berubah. Hal ini disebabkan oleh kala (waktu) rotasi bulan sama dengan kala revolusinya terhadap bumi.

Keunikan lainnya adalah kala revolusi bulan bersama bumi mengedari matahari berbeda sehingga terjadi kemungkinan bulan, bumi dan matahari berada pada satu garis lurus.

Mengapa terjadi gerhana matahari total?

Bumi dan bulan sama-sama berevolusi terhadap matahari. Namun kala revolusi keduanya berbeda sehingga terjadi posisi dimana bumi, bulan dan matahari berada pada posisi sejajar membentuk satu garis lurus. Inilah penyebab mengapa terjadi gerhana matahari. Perhatikan gambar berikut ini.

Bulan berada di antara bumi dan matahari sehingga cahaya matahari terhalang ke permukaan bumi. Akibatnya terbentuk bayangan bulan di permukaan bumi. Daerah yang terkena bayangan utama bulan disebut umbra (bayangan gelap). Daerah umbra akan mengalami gerhana matahari total. Selain itu bayangan bulan akan membentuk penumbra (bayangan kabur). Daerah penumbra hanya mengalami gerhana matahari sebagian.

Diameter bulan jauh lebih kecil dibanding diameter bumi. Meskipun demikian, suatu ketika piringan bulan yang terlihat dari bumi mampu menutupi seluruh bayangan matahari ke bumi. Hal ini disebabkan oleh jarak antara bumi dengan bulan dapat berubah-ubah. Jarak rata-rata bumi ke bulan 150 juta kilometer.

Pada saat tertentu bulan lebih dekat ke bumi (titik aphelium) yang berjarak 149 juta km. Ketika bulan berada di titik aphelium, piringan bulan akan menutupi piringan matahari yang tampak dari bumi. Ini akan menyebabkan daerah yang mengalami gerhana matahari total semakin luas.

Di Balik Terjadinya Gerhana Matahari Total | Annas Jakabaring | 4.5