Hal yang Tidak Bisa Ditoleransi Recruiter Ketika Melamar Kerja

By Annas Jakabaring Categories: Karir dan Pekerjaan

hal-yang-tidak-bisa-ditoleransi-recruiter-ketika-melamar-kerjaKAINSUTERA.COM – Menurut HRD (recruiter), dalam merekrut calon karyawan terlebih fresh graduates, tidak seperti yang kita banyangkan. Banyak yang yang menganggap biasa namuan nyatanya mmang sdikit sulit. Realitanya beberapa dari kandidat memang tampak menonjol dalam CV lamaran kerja, akan tetapi ketika saat proses wawancara justru malah sebaliknya dan tidak sedikit rekruter terjebak dan terlanjur mengundang kandidat yang kurang tepat.

Apa yang membuat masalah ini dapat demikian? Alasan yang paling utama, karena ketidak sesuaian antara yang mereka tulis dalam resume dengan ekspetasi dari rekruter. Ada beberapa hal yang dianggap paling tidak bisa ditoleransi dalam isi CV melamar kerja menurut kacamata staf HRD (rekruter), diantaranya karena:

Kurang menampilkan fakta

Banyak nasihat yang menyarankan Anda untuk mempersingkat isi CV melamar kerja, memasukan berjuta kata-kata yang bikin menarik, juga berbagai pertimbangan lain yang bisa menunjukan Anda sebagai top talent. Memang penting pakai tata bahasa yang benar dan mudah dibaca, namun perekrut sesungguhnya tidak melihat Anda dari segi fasih bahasa saja, tetapi lebih kepada bagaima Kamu mampu menggambarkan pengalaman dengan sebenarnya. Tidak ada gunanya menyembunyikan sesuatu,  karena fakta adalah hal yang paling penting ialah mengukur pengalaman kerja dan tujuan karir dari seorang kandidat. Sebaiknya Anda koreksi pada bagian ini :

  • Perusahaan-perusahaan tempat Anda bekerja
  • Tanggal Anda bekerja di perusahaan tersebut
  • Posisi Anda di perusahaan
  • Penjelasan singkat tentang masing-masing pekerjaan Anda

Menulis perjalanan Karir kurang Jelas

Selain Anda mesti tahu cara menyusun sebuah CV lamaran kerja, pastikan Anda membuat perjalanan karir yang runut dan masuk akal. Sederhananya, usahakan agar rekruter sudah bisa mengetahui pengalaman karir Anda hanya dari penjelasan di baris awal. Dengan begitu staf HRD akan melihat profil yang tidak berlebihan dan bisa mewakili perjalanan karir Anda selama ini.

Patut diingat, perekrut sangat tertarik melihat profil karir dari kandidat yang saling berkesinambungan. Disarankan agar mampu menjelaskan kemana arah tujuan karir Anda saat ini dan ke depannya, misalnya saja Anda bisa membubuhkan judul atau ringkasan untuk menggambarkan hal itu jika diperlukan.

Foto yang kurang menampilkan professional

Foto menjadi objek penting dalam pembahasan ini, oleh karena gambar profil Anda akan menunjukan kesan yang kuat bagi perekrut. Masukan ini sebaiknya Anda koreksi;

  • Tampilkan foto Anda sendiri, bukan foto rame-rame (kebersamaan)
  • Gunakan pakaian yang formal dan rapi
  • Tunjukan ekspresi ramah atau senyum yang sederhana dan jangan berlebihan

Mencari makna dari sebuah foto

Merekrut calon karyawan menjadi sebuah kesempatan untuk mendapatkan talenta terbaik buat perusahaan, namun faktanya bila wawancara tidak berjalan efektif, maka proses rekrutmen ini juga beresiko besar bagi perusahaan itu sendiri. Lalu, bagaimana cara perekrut bisa  menemukan kandidat yang diinginkannya selain melihat resume yang dibuat pelamar? sudah barang tentu mereka akan mencari profil kandidat di media sosial.

Dalam dunia virtual, komunikasi yang terjadi adalah komunikasi verbal. Perekrut tidak bisa menilai bagaimana seseorang yang Ia ajak bicara melalui jejaring sosial. Kandidat buruannya seperti apa, apakah dirinya menyenangkan di kehidupan nyatanya ataukah tidak. Biasanya fitur foto profillah yang kemudian membuat perekrut menilai kandidat dalam jejaring sosial. Menariknya, menilai seseorang pada foto profilnya ternyata cukup akurat.

Foto bisa menjadi petunjuk

Ternyata sebuah foto profil bisa memberikan dua petunjuk, yaitu petunjuk yang bersifat ‘open’ dan ‘hidden.’ Petunjuk yang bersifat ‘open’ yaitu ketika seseorang mencoba berkomunikasi dalam foto yang dipasangnya. Contohnya jika Anda memilih foto profil mengenakan topi ataupun dengan orang lain, orang yang melihat foto tersebut akan memahami bahwa benda ataupun orang dalam foto adalah orang yang penting buat Anda.

Petunjuk kedua yaitu petunjuk yang bersifat ‘hidden.’ Contohnya foto yang diambil dari kejauhan. Hal ini mencerminkan bahwa Anda merasa insecure. Jika dalam foto Anda berpose memiringkan kepala dan tersenyum, mencerminkan bahwa Anda adalah seorang yang bergantung pada orang lain.

Perubahan kecil dalam suatu foto ternyata bisa memberikan kesan yang berbeda. Dengan melihat sekilas saja, seseorang bisa menilai bagaimana orang tersebut. Foto bersama keluarga atau anak-anak menunjukan seseorang yang paling berharga baginya dan apa yang menjadi motivasi utama mereka. Foto saat sedang berlibur dengan suasana yang alami menunjukan bahwa ia bukanlah seseorang yang betah duduk diam berlama-lama di depan komputer.

Foto pernikahan menunjukan bahwa ia sudah tumbuh dewasa dan menjajaki tingkat kehidupan yang lebih tinggi. Selain itu mereka yang memasang foto pernikahan juga ingin diketahui bahwa mereka tidak lagi sendiri dan pasangannya menjadi prioritas utamanya.

Narsisme, self-centered, dan foto profil yang terlalu sering diganti menunjukan tingkat narsisme seseorang. Tidak hanya sekedar terlalu sering mengekspresikan diri, para narsisme ini juga kerap kali memperbaharui informasi seputar diri mereka dan sangat aktif di sosial media.

Foto profil bisa memberikan kesan pertama yang positif

Tidak bisa dipungkiri, setiap orang pasti menilai seseorang dari fisiknya. Dalam dunia virtual tentu saja melalui foto profil. Jika foto profil terlalu biasa, kesan yang ditinggalkan pun akan lemah. Sedangkan foto profil yang terlalu banyak polesan, bisa mencerminkan kesombongan.

Pada masa kini netter lebih menghargai foto profil yang terlihat natural dan menunjukan diri seseorang apa adanya. Foto profil seperti ini bisa meninggalkan kesan yang kuat. Selain itu perlu Anda ingat untuk memasang foto profil yang cocok dengan platform sosial yang Anda pergunakan.