Pikirkan Sebelum Anda Menyesal


Bertindak spontan memang seru, ya? Tiba-tiba membuat gempar satu clique dengan mengubah model rambut panjang yang sudah menjadi trademark Anda menjadi edgy ala Rihanna, misalnya. Atau mengganti ritual menonton bioskop bersama pacar di malam minggu dengan memutuskan untuk pergi ke bandara, go show ke singapura di mana konser Coldplay akan digelar. Ya, sedetik setelah pengumuman pintu teater telah di buka dikumandangkan! Aksi serba mendadak yang di lakukan ini memang bisa membuat hidup terasa lebih menarik dan setiap orang pasti pernah melakukannya, tak terkecuali Anda.

Namun apakah masih spontan namanya bila Gina, 25 tahun serta merta ngebut di jalan lalu menyenggol mobil lain setelah mendapat kabar via telpon bahwa Rino, sang pacar, dikabarkan telah melirik rekan kerja baru di kantor? Ternyata wanita ini mengaku kerap menyesali tindakan yang ia lakukan tanpa pikir panjang. Jelas saja menyesal ia terpaksa mengeluarkan uang dalam jumlah cukup besar untuk membayar perbaikan mobil karenanya. Saat ditanya apakah ia melakukan aksi kebut-kebutan itu secara spontan, ia dengan mantab menjawab, ‘tentu saja’ apa betul ? Psst, tindakan yang Gina lakukan ini sebenarnya lebih tepat dikategorikan sebagai perilaku impulsif.

Memang banyak, perilaku yang dipengaruhi oleh emosi. Salah satunya adalah, perilaku impulsif yang sering Anda lihat, ataupun perbuat. Menurut Pauline Wallin, PhD, dalam bukunya TAMING YOUR INNER BRAT, individu yang impulsif melakukan perilaku spontan pada tingkatan yang lebih tinggi. Bahkan ekstrim! Orang seperti ini biasanya mengambil tindakan tanpa berpikir yang nantinya meninggalkan penyesalan. “Perilaku impulsif seringkali dikaitkan dengan tekanan atau stres, yang sedang dialami,” ujar Livina M. Psi, psikolog. Betul, hanya berdasarkan emosi yang dirasakan saat itu saja! Berbeda jika dibandingkan dengan insan spontan yang cenderung bersifat fleksibel.

apa sekarang Anda jadi teringat tindakan impulsif yang pernah Anda lakukan? Jangan khawatir! Selain memberikan batasan, menurut Livina M.Psi, ada beberapa hal lain yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya. Agar tidak terjebak oleh konsekuensi yang bersifat destruktif, tentu saja. Sebagai langkah awal untuk diri sendiri, berikan waktu atau jeda sebelum melakukan tindakan yang Anda rasa ingin lakukan.

apa jadinya jika justru Anda yang berhadapan dengan orang impulsif? Ada beberapa tip yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah mengingatkan saat perilaku ia semakin memburuk. Yang jelas, jangan menunda! Segera beri umpan balik saat ia melakukan tindakan impulsif yang memberi dampak negatif. Namun bukan dengan kritik atau ceramah, sebaliknya ajak dia untuk berdiskusi dan menganalisa tindakan yang pernah ia perbuat. Anda atau siapapun juga tak perlu lagi dibebani dengan perasaan menyesal.



Beri Komentar Anda