Kisah Remaja Yang Terjebak Seks Bebas



Dunia remaja adalah dunia yang penuh coba-coba. Jika salah melangkah, boleh jadi malapetakalah yang justru akan menyapa. Kisah inilah yang juga dirasakan Amy Juergens (diperankan Shailene Woodley), anggota drum band di SMU Ulysses S Grant. Ia dikenal sebagai anak penurut, kutu buku, pintar, dan berbakat. Namun, tiba-tiba saja kehidupannya berubah 180 derajat ketika ia mendapati dirinya berbadan dua. Perkenalannya dengan si badung Ricky Underwood pada acara perkemahan liburan musim panas drum band sekolah telah mengubah hidupnya. Ia kepincut dan melakukan hubungan terlarang layaknya pasangan suami istri.

Amy mendapati kenyataan bahwa ia hamil, padahal keduanya berpacaran pun tidak.  Sontak saja, sejumlah masalah pun bermunculan, tak hanya bagi keduanya, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Hamil di usia yang masih muda membuat Amy labil. Ia bahkan sempat berpikir untuk melakukan aborsi. Baginya, dunia tak lagi indah. Terlebih ketika ia kerap menjadi bahan gunjingan dan tekanan keluarga yang tak berpihak kepadanya. Orangtua Amy terancam perceraian lantaran ayahnya berselingkuh dengan wanita lain.

Lewat serial Secret Life, kami ingin untuk memotivasi penonton untuk mengambil hikmah, mencintai, dan menghidupkan kehidupannya walau mengalami hal yang mirip dengan situasi Amy,”  ujar Johnston. ceritanya dibuat dan diproduseri oleh Brenda Hampton (7th Heaven). Kisah Secret Life memasuki musim ketiga pada bulan Juni 2010 ini. Dalam proses produksi, Brenda bekerja sama dengan sejumlah sutradara, termasuk Brandon Priestley, aktor yang pernah populer di serial remaja Beverly Hills 90210, yang menyutradarai sejumlah episode serial ini.

Walau kurang mendapat sambutan para kritikus, serial ini digemari penonton dan menduduki rating tertinggi di saluran ABC Family dengan rata-rata penonton 2,82 juta dan episode terakhir musim pertama mengalahkan Gossip Girl dengan jumlah penonton 4,5 juta.  Hingga saat ini, penghargaan yang dimenangkan serial ini adalah Serial TV Terbaik di Musim Panas dari Teen Choice Award 2008; Aktor Pendatang Terbaik dan Aktor Terbaik di Serial TV Musim Panas untuk Daren Kagasoff dari Teen Choice Award 2009; Drama Terbaik dari Gracie Allen Award 2009; Aktris Pendatang Baru Terbaik di Serial Drama dari Gracie Allen Award 2010 untuk Shailene Woodley, dan telah mendapat sejumlah nominasi untuk kategori lain di Teen Choice Awards dan Gracie Allen Award tahun 2009-2010.


Kategori Info Remaja :: Kata Kunci: , , , 2 Komentar

2 Responses to “Kisah Remaja Yang Terjebak Seks Bebas”

  1. Gerizal says:

    Menjamurnya lokalisasi, warung remang-remang, hotel “short time” atau losmen “esek-esek”, salon plus plus, panti pijat plus, sauna plus, karaoke plus plus, atau diskotek dengan layanan khusus/VIP, setidaknya bisa dijadikan cermin perilaku (seks) masyarakat kita. Layaknya hukum dagang yang mengacu pada permintaan dan penawaran, demikian juga yang terjadi dalam layanan plus-plus. Tingginya jumlah pria hidung belang, maka menjamur pula wanita jalang pemburu uang.

    “Industri” seks pun merambah berbagai profesi: kapster, SPG, conter girl, sales marketing, hostes, caddy, bartender, waitress restoran, scoregirl, sekretaris, fotomodel, peragawati, artis, mahasiswi hingga siswi, siap menjadi gadis-gadis order, yang siap “dibawa” para “kumbang”.

    Terjunnya mereka di dunia seks komersial umumnya dilatarbelakangi ekonomi, meski ada juga yang awalnya yang “terlanjur” karena pernah jadi korban “lelaki”. Bahkan, faktanya dalam hal melacurkan diri ini, kini bukan hanya persoalan perut, bukan soal “menafkahi” keluarga, namun sudah perkara memenuhi gaya hidup. Hedonisme menjadikan mereka memburu kesenangan belaka. Asal bisa gonta ganti hp dan kendaraan, membeli busana bermerek dan aksesori mahal, mereka rela mengorbankan kehormatan diri atau menjadi simpanan bos-bos dan om-om.

    Tuturan di atas baru sebatas “jual beli”. Yang melakukan seks atas dasar suka sama suka, sex just for fun, atau sekadar mencari kepuasan pribadi, tentunya lebih banyak. Remaja/wanita hamil di luar nikah ada di kanan kiri kita, perselingkuhan sudah sering kita dengar, video mesum juga sudah bukan berita heboh lagi. Masyarakat seakan sudah abai atau malah justru permisif. Jika dahulu orang tua seperti dicoreng aibnya ketika anak perempuannya hamil di luar nikah, sekarang banyak orang tua yang justru bersikap biasa saja, bahkan cuek.

    Pacaran zaman sekarang juga jauh lebih “canggih”, karena remaja sekarang lebih paham tentang hal-hal yang terkait reproduksi, bahkan paham bagaimana menghindari cara dan waktu berhubungan seks yang berpotensi kehamilan.

    Tak berhenti hingga di sini. Seks bebas juga berkembang menjadi perilaku seks menyimpang: pesta seks, arisan seks, private party, incest (hubungan seks sedarah), hingga homoseksual. Lebih ironis, komunitas “maho” (manusia homo) berkedok demokrasi seks malah melembaga di negeri ini, mewujud dalam organisasi GAYa NUSANTARA.

    Padahal, yang namanya kasus-kasus menyimpang soal seks seperti fenomena gunung es; di permukaan saja sudah memiriskan hati, apalagi yang tidak tampak. Perkembangan teknologi (TV, internet, HP, dsb) yang mengekspos budaya mempertontonkan aurat menjadi sarana “ampuh” dalam menimbun hasrat seksual para remaja. Alih-alih disalurkan pada tempatnya (baca: menikah), yang terjadi, kejahatan seksual seperti pemerkosaan dan sodomi, malah merebak di mana-mana.

    Sistem pendidikan yang menempatkan agama sebagai suplemen, menjadikan anak bangsa ini miskin ilmu dan iman. Hal ini juga didukung dengan lemahnya pengawasan orang tua dan minimnya amar ma’ruf nahi mungkar.

    Ironi memang sedemikian bebasnya seks bebas di negeri yang mayoritas muslim ini. Bagi orang tua yang membiarkan putrinya bebas bergaul dengan laki-laki, bagi “ustadz-ustadz cinta” yang menghalalkan pacaran, bagi “dai-dai gaul” yang diam seribu bahasa dengan maraknya perzinaan di negeri ini, sadarlah, seks bebas mengepung kita!

    Komentar:

    Hendaklah kita bertaqwa kepada Allah, kemudian membentengi diri dan keluarga kita dari perbuatan keji dan mungkar. Ya Allah jauhkanlah kami dan keluarga kami dari perbuatan keji dan mungkar, baik yang nampak maupun yang tersembunyi.

  2. yuli imuch says:

    remaja harus lebih berhati hati

Trackbacks/Pingbacks


Leave a Reply